Judul
Buku: Let Go
Penulis:
Windhy Puspitadewi
Penerbit:
Gagas Media
Tahun
Terbit: 2009
Jumlah
Halaman: 244
Buku
ini bercerita tentang arti persahabatan, arti kehidupan, dan juga arti
kehilangan. Tiga tema yang diramu menjadi satu dengan tambahan bumbu mimpi dan
juga cinta di dalamnya. Ini adalah karya Windhy Puspitadewi pertama yang saya
baca dan overall, saya merasa sangat puas. Kisah yang dihadirkan dalam buku ini
sangat halus, mengalir, dan juga mampu mengetuk pintu hati saya.
Caraka
yang biasa dipanggil Raka, adalah seorang murid kelas X yang tidak pernah
peduli pendapat orang lain. Meski seperti itu, ia seorang pribadi yang sangat
baik dan mau menolong siapa saja yang membutuhkan bantuannya. Rasa sosialisme
yang sangat tinggi membuat Raka masuk ke dalam lingkaran pertemanan yang tidak
akan dia duga sebelumnya. Ia bertemu dengan Nathan, Sarah, dan Nadya. Tiga
orang yang memiliki karakter yang berbeda. Mereka berempat terpaksa mengurus
mading sekolah bersama.
Nathan,
lelaki pintar yang genius namun sikapnya selalu dingin dan kata-kata yang ia
keluarkan selalu pedas dan sinis. Sarah, gadis pemalu yang tidak pernah bisa
mengatakan tidak pada semua orang. Nadya, gadis mandiri yang selalu mengerjakan
semuanya sendiri. Ia seorang ketua Osis yang merangkup ketua kelas. Meski
menjadi ketua, ia tidak pernah meminta bantuan orang lain, baik itu teman
maupun bawahannya.
Raka
yang terseret dalam lingkaran pertemanan ketiga orang tersebut akhirnya turut
campur dalam kehidupan mereka bertiga. Raka mengajarkan pada ketiga orang
tersebut kalau masing-masing orang punya mimpi yang harus diraih. Seperti
dirinya yang mempunyai mimpi menjadi sutradara terkenal.
“Impian
itu seperti sayap. Dia membawamu ke berbagai tempat. Kurasa, mamamu sadar akan
hal itu. Dia tahu, kalau dia mencegah mimpimu, itu sama saja dengan memotong
sayap burung. Burung tersebut memang nggak akan lari, tapi burung tanpa sayap
sudah bukan burung lagi. Dan, manusia tanpa mimpi, sudah bukan manusia lagi.”-
halaman 121.
Buku
ini mengajarkan banyak sekali pelajaran hidup. Awalnya saya pikir buku ini
adalah buku bergaya ABG karena tokohnya masih anak SMA, namun ternyata saya
salah. Buku ini sangat berbobot. Bahasanya juga sangat bagus, selain ceritanya
menarik. Buku ini mampu hadir dengan tiga tema andalannya, yakni pertemanan,
kehidupan, dan kehilangan. Saya sangat merecomendasikan buku ini untuk menjadi
bacaan saat weekend. Lima bintang saya berikan khusus untuk karya Windhy
Puspitadewi.
Ebook
klik disini :





